Tips Menyehatkan BUMDes Yang Sakit.

Menajamen BUMDes dibutuhkan bukan hanya ketika memulai, tetapi juga ketika berjalan apalagi dalam keadaan bangkrut. Ada beberapa tipe BUMDes, mulai BUMDes Unggul, BUMDes Mandiri, BUMDes Berkembang atau bahkan BUMDes rugi, bangkrut dan pailit. BUMDes rugi adalah bumdes yang mengalami kerugian diakibatkan antara pendapatan dan biaya tidak seimbang dan lebih banyak biaya. BUMDes rugi belum tentu bersalah, karena bisa jadi memang awal dan masih dalam tahap membangun konsumen atau dapat dikatakan investasi dahulu. BUMdes Bangkrut adalah BUMDes yang tidak bisa berjalan karena mengalami kehabisan dana untuk operasional, sehingga tidak bisa berjalan. Walau kadang BUMdes bangkrut ini masih memiliki peluang untuk bisa dikembangkan. Karena hanya masalah likuiditas ( uang tunai ) namun masih memiliki prospek usaha.

Lalu bagaimana Manajemen BUMdes untuk menyembuhkan dari Kebangkrutan tersebut?…




Yang pertama adalah mengetahui apa penyebab dari BUMDes tersebut bangkrut, dalam hal ini biizaa telah membuat tools ( alat ) yang disebut dengan Balance Score Card BUMDes. Balance Scorecard BUMDes adalah alat untuk cek up dari 4 hal variable yang bisa kita gunakan untuk menganalisa sebuah BUMdes, dari ke empat variable tersebut adalah:’

  1. Perspektif Keuangan, perspektif keuangan untuk menganalisa apakah bumdes sehat keuangannya apa tidak. Dengan Menganalisa rasio likuiditasnya, yaitu rasio kemampuan Badan Usaha Milik Desa dalam membiayai operasionalnya dalam jangka pendek ( kurang dari 1 tahun ) sebagai contoh adalah untuk membiayai gaji karyawan, untuk membiayai ATK, Listrik, dan beban lainnya. Apabila Badan Usaha Milik Desa tidak mampu dalam likuiditas maka bisa segera dicarikan solusinya. Setelah rasio likuiditas adalah rasio solvabilitas, yaitu rasio kemampuan BUMDes untuk membayar kewajiban terutama adalah kewajiban jangka pendek ( kurang dari satu tahun ), kewajiban ini biasanya dalam bentuk hutang BUMDes. Apabila BUMDes tidak mampu membayar hutang jangka pendek misalnya hutang bank, bulanan. Maka kesehatan dalam hal kemampuan solvabilitas, tidak baik maka segera dicarikan solusi.
  2. Perspektif Konsumen, bahwa suatu usaha bisa hidup kalau memiliki konsumen, dan konsumen tersebut puas serta mampu membayar kepada BUMDes. Maka BUMDes harus menganalisa apakah memiliki konsumen atau tidak, produk bumdes dapat memuaskan atau memberi solusi kepada konsumen atau tidak. Apabila ternyata produk bumdes tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen, menyelesaikan masalah konsumen, maka BUMdes tersebut lemah dan bisa bangkrut karena tidak memiliki konsumen. Maka dari sini BUMdes harus segera membangun konsumen, mulai dari database calon konsumen dan menjadikan database tersebut menjadi konsumen BUMDes.
  3. Perspektif Proses Internal atau proses usaha atau manajemen BUMdes, apabila BUMDes tidak memiliki proses menciptakan manfaat ( nilai ) maka juga tidak ada yang bisa dijual atau ditawarkan kepada konsumen atau masyarakat, sehingga BUMdes tidak produktif dan BUMDes bisa mati, karena tidak memiliki sistem untuk penambahan nilai, menciptakan nilai atau manfaat untuk konsumen. Selain itu bisa jadi sistem usaha tidak efektif dan efisien, sehingga biaya produksi terlalu tinggi dan laba yang rendah.
  4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Bahwa modal bumdes atau produk bumdes adalah benda mati, apabila tidak digerakan oleh sumberdaya manusia yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang mampu produksi atau menciptakan nilai maka bumdes juga stagnan dan bisa bangkrut. Oleh sebab itu sumberdaya manusia perlu dianalisa dan segera membangun pengetahuan, ketrampilan dan perilaku produktif dan jujur pelaku Badan Usaha Milik Desanya.

Dari ke empat perspektif tersebut, perlu dibuatkan ukuran dalam Manajemen BUMDes sebagai berikut:




  1. Tujuan, suatu BUMDes yang tidak memiliki tujuan juga tidak akan berkembang dan cenderung bangkrut, karena tidak tahu kemana arah tujuannya bumdes tersebut, maka tetapkanlah tujuan, baik di bidang keuangan sebagai contoh adalah tujuan meningkatkan PADes, meningkatkan pendapatan dan laba. Bukan hanya keuangan saja, tetapi juga punya tujuan di bidang kepuasan konsumen atau masyarakat juga puas atas layanan dan kinerja bumdes, juga tujuan membangun sistem manajemen yang efektif, efisien dan ekonomis. Serta di dukung tujuan membangun sumberdaya manusia yang unggul pengetahuannya, unggul ketrampilannya serta unggul mentalnya. Intinya ke empat perspektif tersebut dibuatkan tujuan masing masing.
  2. Target, setelah memiliki tujuan maka memiliki target, beda tujuan dan target adalah kalau tujuan itu arah, tetapi kalau target itu berupa angka yang lebih riel atau nyata. Maka membuat target keuangan, target jumlah dan kepuasan konsumen, target memiliki sistem manajemen yang efektif, efisien dan ekonomi dan target memiliki sumberdaya manusiya yang unggul adalah sangat penting.
  3. Ukuran, selain tujuan dan target, maka perlu ukuran. Karena BUMDes yang bisa diselesaikan masalahnya adalah yang terukur. Dan BUMDes yang bisa dikembangkan juga terukut. Sebagai contoh adalah ukuran keuangan, ada rasio rasio keuangan seperti rasio likuidita, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan lain lain yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja BUMDes. Sehingga tahu jika bangkrut itu karena apa dan selanjutnya bagaimana solusinya serta pengembangannya.
  4. Inisiasi, inisiasi adalah apa yang kita lakukan untuk mencapi tujuan dan target. Karena target itu tidak hanya target angka hasil, tetapi juga target apa yang kita lakukan. Sebagai contoh untuk mencapai target penjualan 1000, kita harus menawarkan 1500. Dengan begitu kan terarah sumberdaya kita dalam langkah demi langkah dalam inisiasi.




Hal tersebut di atas dapat digunakan untuk menganalisa Badan Usaha Milik Desa yang mengalami kebangkrutan dan bagaimana keluar dari kebangkrutan dengan menganalisa empat perspektif dan membuat rencana keluar ( exit plan ) empat hal juga. Semoga bermanfaat untuk menyembuhkan BUMdes di Indonesia yang mengalami kebangkrutan. ( Supriadi Asia | Biizaa.com)

251
Bagikan manfaatkanya..
The short URL of the present article is: https://bumdes.biizaa.com/AWpH9

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bagan Akun dalam Akuntansi BUMDes Bidang Jasa.

Ming Mei 10 , 2020
Hal yang paling penting dalam akuntansi Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes adalah menyusun Bagan Akun atau yang disebut dengan COA ( Charts Of Account ) sehingga hasil laporan keuangan BUMDes dapat dikelompokan atau diklasifikasi sesuai dengan kebutuhan informasi keuangan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Sebagai contoh adalah mengetahui […]
%d blogger menyukai ini: