Bagaimana Mendesain Akun Atau Perkiraan Akuntansi BUMDes?

BUMDes adalah badan usaha milik desa atau milik publik, tentu harus dilaporkan dengan baik dan benar. Sehingga tidak menimbulkan gejolak atau masalah publik. Untuk itu dalam membuat laporan keuangan dapat dibantu alat yang disebut dengan Akuntansi. Lalu bagaimana langkah langkah menyusun Akun atau Perkiraan Akuntansi BUMDes?

Sebelum bagaimana menyusun atau merencanakan sebuah akun dalam akuntansi BUMDes, perlu kiranya kita mengenal apa yang dimaksud dengan akun atau perkiraan dalam akuntansi BUMDes?




Yang dimaksud dengan akun atau perkiraan adalah penomora atau penamaan sebuah kegiatan ekonomi atau transaksi guna dikelompokan yang nantinya akan menjadi sebuah informasi keuangan. Sebagai contoh adalah membuat akun modal, dengan nama perkiraan atau akun dinamakan akun modal desa. Sehingga dalam laporan nanti akan muncul akun atau nama modal desa, dengan besaran atau nilai berapa. Contoh lagi adalah akun Kas atau uang tunai, sehingga dalam laporan keuangan nanti, akan muncul posisi kas berapa. Contoh lain lagi, apabila sebuah bumdes memilik usaha pariwisata, dan ingin mengetahui pendapatan darimana saja dan nilainya berapa saja, maka akun dapat dirinci pendapatan, mulai dari pendapatan tiket, pendapata kuliner pendapatan wahana dan lain lain, sehingga informasi menjadi jelas dan terkelompok.

Setelah mengenal akun atau yang biasa disebut dengan rekening atau perkiraan, maka yang perlu diketahui pertama kali adalah jenis usaha. Karena jenis usaha akan mempengaruhi struktur atau bentuk akun. Adan jenis usaha yang mempengaruhi akun atau perkiraan ada 3, yaitu:

Yang pertama adalah jenis jasa, dimana jenis paling simple atau sederhana yang hanya mencatat tentang pendapatan jasa saja tanpa harus mencatat persediaan maupun yang ada dalam akun usaha lain.




Yang kedua adalah jenis dagang, dimana BUMDes membeli produk dan menjual lagi, sehingga dalam akuntansi BUMDes dibutuhkan akun persediaan, sehingga dapat menyampaikan kepada masyarakat bahwa dana yang diperoleh digunakan sebagian dengan persediaan barang dagangan.

Yang ketiga adalah jenis manufaktur, jenis manufaktur adalah jenis usaha yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi, sehingga persediaan usaha dapat berupa barang bentah, barang setengah jadi atau dalam proses, dan persediaan barang jadi serta aset aset lainnya. Dengan mengetahui akun dan jumlah nilai maka dapat dijelaskan kepada masyarakat dana yang diperoleh dari desa digunakan untuk apa saja dalam proses usaha. Misalnya untuk barnag mentah, dalam proses maupun persediaan barang jadi.

Setelah mengetahui jenis usaha BUMDes apakah jasa, dagang atau manufaktur, maka perlu menyusun pengelompokan utama. Biasanya dibagi menjadi kelompak utama akun atau perkiraan sebagai berikut:

Yang pertama adalah kelas akun, kelas akun merupakan jenis atau pengelompokan tertinggi, biasanya terdiri dari harta, kewajiban, modal, biaya dan pendapatan. Yang kedua adalah grup akun, yang merupakan sub dari kelas akun tersebut yang terdiri dari, harta lancar, persediaan, peralatan, hutang lancar, hutang jangka panjang, pendapatan dan biaya serta modal. Selanjutnya adalah nama akun yang merupakan bagian atau sub dari grup akun yang akan membagi lagi sebagai contoh harta lancar, terdiri dari uang kas, uang di bank, piutang dan lain lain.




Di atas merupakan tahapan pertama dalam merencanakan atau mendesain akun dalam akuntansi BUMDesa. Untuk lebih lanjut, pembaca bisa menghubungi kami untuk mengikuti kelas online akuntansi BUMDes, lengkap dengan aplikasi akuntansinya. Yang kemudian hari bisa digunakan oleh BUMDes dalam membuat laporan. Untuk mendapatkan pelatihan BUMDes, dapat melihat di jadwal kegiatan kami di www.biizschool.com ( supriadi asia )

122
Bagikan manfaatkanya..
The short URL of the present article is: https://bumdes.biizaa.com/tC5aY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *