Apa Saja Yang Perlu Dilaporkan Dalam Laporan Keuangan BUMDes?

Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes merupakan organisasi usaha atau badan usaha yang di danai oleh Pemerintah Desa, oleh sebab itu perlu dipertanggungjawabkan dengan baik, terutama adalah Laporan Keuangannya. Untuk itu setiap organ BUMDes, baik pembina, pengawas dan pengurusnya perlu memahami apa saja yang perlu dilaporkan dalam Laporan Keuangan BUMDes.

Apa saja yang perlu dilaporkan dalam Laporan Keuanga BUMDes?




 

Ada berbagai bentuk laporan keuangan, biasanya ada 5 laporan. Namun dalam Badan Usaha yang perlu dilaporkan minimal 3 ( tiga ) laporan keuangan yang terdiri dari:

Yang pertama adalah Neraca, neraca adalah laporan keuangan yang berisi posisi keuangan BUMDes, baik posisi awal dana diperoleh darimana dan jumlahnya mana, atau yang disebut dengan pasiva. Pasiva biasanya terdiri dari Modal, Hutang dan atau kewajiban lain yang nantinya perlu dikembalikan. Selanjurnya posisi aktiva yang mencerminkan keuangan digunakan untuk apa saja, dari pasiva dalam bentuk hutang dan modal digunakan untuk apa saja berada dalam aktiva. Aktiva berisi tentang harta lancar dan harta tetap, harta lancar berupa uang kas, piutang, persediaan dan lain lain yang sengaja diuangkan. Sedangkan harta tetap adalah harta yang tidak sengaja untuk diuangkan, tetapi digunakan sebagai peralatan usaha. Sebagai contoh adalah gedung, alat berat, komputer dan lain lain sehingga dalam neraca dapat diketahui uang darimana dan digunakan untuk apa.

Yang kedua adalah laporan laba rugi, adalah laporan hasil operasional usaha uang diperoleh darimana digunakan untuk usaha apa dan menghasilkan rugi atau laba. Laba atau rugi menggambarkan sebuah badan usaha milik desa, memperoleh pendapatan berapa dan darimana saja serta dikurangi dengan biaya biaya apa saja dan berapa, hingga memperoleh angka rugi atau laba. Laba atau rugi adalah pendapatan dikurangi dari biaya. Apabila masih lebih tinggi pendapatan, maka BUMDes laba, sebaliknya apabila biaya lebih tinggi dari pendapatan maka. BUMDes mengalami kebangkrutan.




Ketiga adalah laporan perubahan ekuitas atau harta. Setelah awal tahun mendapatkan dana dan digunakan operasional usaha, tentu menghasilkan laba atau rugi, dengan penambaha jika laba maka aset atau kekayaan BUMDes meningkat, tetapi apabila mengalami kerugian tentu kekayaan badan usaha milik desa menurun. Maka laporan perubahan kekayaan ini menggambarkan apakan dari awal tahun atau tahun sebelumnya dengan tahun akhir laporan kekayaan BUMDes menjadi berkurang karena rugi, atau bertambah karena laba.

Ke tiga hal tersebut di atas merupakan isi dari laporan keuangan BUMDes, sehingga pengurus bisa menyampaikan kepada masyarakat dalam musyawarah desa, uang diperoleh darimana, digunakan untuk apa, menghasilkan rugi atau laba dan sekarang pada saat laporan kekayaan BUMDes menjadi berapa. Sebelum laporan itu disampaikan dalam musyawarah desa ( musdes ) atau rapat umum pemegang saham BUMDes, perlu di verifikasi oleh pengawas BUMDes dan Pembina BUMDes, yaitu Kepala Desa. ( supriadi asia ).




521
Bagikan manfaatkanya..
The short URL of the present article is: https://bumdes.biizaa.com/1UDk9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *